Tetangga saya sedang mbangun rumah. Kebetulan dia bersebelahan langsung dengan rumah saya. Renovasi yang dilakukan adalah membuat bagian belakang rumah menjadi tingkat. Perlu kesabaran yang tinggi untuk hal ini karena:
1. Suara berisik tembok dijebol yang tidak pernah berhenti setiap hari. Pukulan palu yang tembok bergetar dan dapat menimbulkan keretakan tembok rumah saya.
2. Lingkungan yang kotor, terdapat barang buangan dan barang proyek dimana-mana.
3. Debu yang selalu beterbangan
4. Lalu lintas alat transportasi yang mengantar material yang tidak pernah berhenti
5. Truk molen yang membuat berisik
6. Sisa semen yang mengotori jalan
7. Lalu lalang tukang yang membuat jadi tidak nyaman
Mbangun rumah memang begitu resikonya, cuma yang saya sayangkan adalah:
1. Pemilik rumah jarang datang menengok rumah yang direnovasi. Dia perlu mengetahui situasi saat proyek dilaksanakan, melihat dan merasakan betapa terganggunya saya.
2. Kurang sadarnya si kontraktor berinisial E terhadap lingkungan sosial, harus ngomong ke siapa?
Okay, saya sabar tapi tolong lah untuk:
1. Juga harus bersikap sabar ketika saatnya nanti aku merenovasi rumah.
2. Tengoklah rumah sesering mungkin dan srawung dengan tetangga dekat
3. Lebih dekat kepada kontraktor atau tukang untuk wanti-wanti untuk merusak lingkungan sekecil mungkin.
Surat ini adalah untuk A yang ada di CPT.

0 comments:
Post a Comment